Anak GTM Parah? Cek Apakah Ada 'Silent Disease' Ini

02 December 2025
img

Jam makan siang tiba. Bukannya senang, dada Bunda malah berdegup kencang. Rasanya seperti mau masuk medan perang.

Satu sendok nasi mendekat... dan HUP! Mulut si Kecil terkunci rapat.

Dicoba lagi sambil diajak main... PUIH! Makanannya disembur.

Dibujuk pakai video kartun... GELENG-GELENG.

Satu jam berlalu, nasi di mangkuk masih utuh, tapi stok kesabaran Bunda sudah ludes. Ujung-ujungnya? Bunda menangis di pojokan dapur, merasa jadi ibu yang gagal karena anak kurus dan susah makan.

Tunggu dulu, Bunda. Hapus air mata itu.

Jangan buru-buru melabeli anak sebagai "Si Pemilih Makanan" atau "Si Keras Kepala". Seringkali, GTM (Gerakan Tutup Mulut) itu bukan aksi protes, melainkan sinyal SOS dari tubuhnya.

Bisa jadi, ada musuh tak kasat mata bernama Silent Disease yang sedang bersarang di tubuh mungilnya. Apa itu? Yuk, kita detektif bareng-bareng!

 

GTM Itu Gejala, Bukan Penyakit

Bayangkan kalau Bunda lagi sakit gigi atau perut mual, lalu disuruh makan steak daging porsi besar. Pasti nolak, kan?

Nah, prinsipnya sama. Anak yang sehat fitrahnya itu lapar. Kalau dia menolak makan terus-menerus (bukan sesekali), berarti ada sistem di tubuhnya yang sedang tidak nyaman.

Di Indonesia, ada 3 "Tersangka Utama" (Silent Disease) yang sering bikin anak mogok makan tapi sering luput dari perhatian orang tua karena gejalanya "samar".

 

1. ADB (Anemia Defisiensi Besi)

Ini dia juara umumnya. Anak terlihat aktif, ceria, main lari-larian, TAPI... kalau disuruh makan, susahnya minta ampun.

Kenapa bikin GTM?

Zat besi itu ibarat bensin buat otak dan tubuh. Kalau zat besinya kurang, lidah anak mengalami perubahan rasa (atrofi papil lidah). Makanan enak pun terasa hambar atau aneh di lidah mereka.

Lingkaran Setan:

Kurang Zat Besi -> Gak Nafsu Makan -> Makin Kurang Zat Besi -> Makin GTM.

Ciri Khas: Anak pucat (cek kelopak mata bawah/konjungtiva), sering uring-uringan tanpa sebab, dan berat badan stuck (seret).

 

2. ISK (Infeksi Saluran Kemih)

"Anak saya pipisnya lancar kok, nggak sakit."

Hati-hati, Bunda. ISK pada anak seringkali tanpa gejala sakit pinggang seperti orang dewasa.

Kenapa bikin GTM?

Bakteri di saluran kemih bikin tubuh mengalami peradangan kronis ringan. Rasanya tuh kayak "meriang" (nggak enak badan) terus-menerus, mual tipis-tipis, sehingga nafsu makan hilang total.

Ciri Khas: Berat badan susah naik, kadang demam sumer-sumer (naik turun nggak jelas) tanpa batuk pilek, atau bau pipisnya menyengat.

 

3. TB (Tuberkulosis) / Flek

Jangan bayangkan TB itu selalu batuk darah ya. Pada anak, TB seringkali tidak batuk sama sekali.

Kenapa bikin GTM?

Kuman TB itu "memakan" energi tubuh. Metabolisme anak jadi kacau.

Ciri Khas: Anak tampak kurus kering walau sudah makan banyak, sering demam di sore hari, berkeringat banyak saat tidur malam padahal pakai AC/kipas, dan ada benjolan kelenjar di leher/belakang telinga.

 

Jangan Perang, Tapi Periksa

Kalau anak GTM parah sudah lebih dari 2 minggu dan berat badannya di grafik KMS (Kartu Menuju Sehat) mulai landai atau turun, Stop Vitamin Penambah Nafsu Makan!

Vitamin itu cuma suplemen, bukan obat. Memberi vitamin pada anak ADB atau ISK itu ibarat menambal ban bocor pakai selotip. Nggak akan ngefek!

Lakukan Langkah Ini:

  • Buka Buku Pink/KMS: Cek grafik berat badannya. Kalau garisnya mendatar atau memotong garis pertumbuhan, itu Red Flag.
  • Ke Dokter Anak (DSA): Minta screening medis. Bilang jujur: "Dok, anak saya GTM parah dan BB seret. Perlukah cek darah (hb/feritin) atau cek urin?"
  • Obati Akarnya: Kalau ketahuan ADB, dokter akan kasih Zat Besi. Kalau ISK, dikasih Antibiotik.

Ajaibnya, biasanya setelah 2 minggu pengobatan yang tepat, nafsu makan anak akan meledak dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa! Masya Allah.

 

Tubuh Anak adalah Amanah

Ayah Bunda, dalam Islam, menjaga tubuh adalah amanah. Membiarkan anak GTM tanpa mencari tahu penyebab medisnya sama dengan membiarkan "kezaliman" terjadi pada tubuh mereka.

Jadi, sudahi drama piring terbangnya. Yuk, kita cek kesehatan dalamnya. Karena anak yang lahap bermula dari tubuh yang sehat.

Ingin anak terpantau tumbuh kembangnya secara menyeluruh, termasuk status gizi dan kesehatannya?

Di Al Lathif Islamic School, kami tidak hanya peduli pada hafalan Qur'an, tapi juga pada kesehatan fisik siswa. Kami bekerjasama dengan ahli gizi dan tenaga kesehatan untuk memastikan asupan dan pertumbuhan ananda terpantau dengan baik.