08.00 - 16.00
Senin - Jumat
Jujur aja, pas denger kata "Bela Negara", apa yang ada di otak kalian?
Pasti mikirnya: "Ah, materi PPKN ngebosenin", "Wajib Militer kayak Oppa Korea?", atau "Apaan sih, sok-sok nasionalis, cringe banget!"
Kalau itu yang ada di pikiran kalian, selamat! Kalian sudah resmi masuk perangkap musuh.
Kalian pikir penjajahan itu cuma ada di buku sejarah? Kalian pikir perang itu cuma soal jedar-jeder bawa senapan?
SALAH BESAR.
Perang dunia ketiga sudah dimulai, Bro/Sist. Dan medan perangnya bukan di hutan, tapi di HP yang sedang kalian pegang sekarang. Dan sedihnya, banyak dari kalian yang sudah kalah telak tanpa sadar.
Coba cek diri sendiri detik ini:
Kalian rela begadang voting buat idol K-Pop atau debat belain selebgram luar negeri, tapi giliran disuruh upacara bendera 30 menit aja ngeluh kepanasan?
Kalian bangga pakai outfit branded luar negeri biar dibilang hypebeast, tapi malu pakai Batik atau produk lokal karena takut dibilang kampungan?
Kalian hafal semua lirik lagu Barat yang isinya toxic, tapi lagu Indonesia Raya stanza kedua aja gak tahu?
Itu namanya Penjajahan Mental.
Otak kalian sedang dicuci (brainwash) supaya kalian merasa produk dan budaya asing itu "Dewa", sedangkan budaya bangsa sendiri itu "Sampah".
Kalau mental kalian mental inlander (mental budak) begini, Indonesia gak perlu diserang nuklir. Cukup diserang TikTok dan game, negaranya bubar karena pemudanya sibuk rebahan dan males mikir!
Dengerin nih. Bela Negara buat siswa SMP/SMA itu bukan suruh kalian angkat bambu runcing. Itu kuno.
Bela Negara versi Gen Z itu simpel: Jadilah High Value Human (Manusia Bernilai).
Jangan jadi Generasi Micin atau Generasi Cemas yang dikit-dikit healing, dikit-dikit overthinking, tapi nol tindakan.
Ini cara Bela Negara yang Savage dan Real:
1. Otak Lo Jangan Kosong!
Musuh paling takut sama pemuda pinter. Kalau kalian males belajar, cuma nyontek, dan percaya hoax, kalian gampang dibodohin.
Bela Negara = Belajar yang bener! Kuasai coding, kuasai bahasa asing (buat diplomasi, bukan buat gaya-gayaan), kuasai sains. Bikin Indonesia disegani karena karyanya, bukan viral karena konyolnya.
2. Stop Jadi "Follower" Buta
Viral dikit, ikut. Tren aneh dikit, ikut. Punya pendirian dong!
Anak muda Indonesia itu harusnya jadi Trendsetter. Tunjukkan akhlak Islam yang keren. Tunjukkan sopan santun yang jadi ciri khas kita.
Jangan sampai jati diri lo ilang cuma gara-gara pengen dibilang "gaul". Gaul tapi gak punya prinsip itu namanya Pecundang.
3. Beli Punya Temen Sendiri
Ekonomi negara kuat kalau rakyatnya saling dukung. Kalau temen kalian jualan keripik, beli! Kalau ada sepatu lokal keren, beli!
Duit kalian muter di Indonesia, bukan lari ke kantong kapitalis asing. Itu patriotisme nyata, Bos!
Ingat, kita sekolah di Al Lathif. Kita Muslim.
Rasulullah SAW itu sangat mencintai tanah kelahirannya (Mekkah) dan tanah perjuangannya (Madinah).
Membela negara bukan cuma tugas tentara, tapi perintah agama. Menjaga Indonesia tetap aman, damai, dan maju adalah cara kita bersyukur kepada Allah.
Jangan sampai negeri yang diperjuangkan dengan darah para Syuhada dan teriakan Takbir para pahlawan ini, hancur di tangan generasi yang lembek.
Indonesia Emas 2045 itu masa kalian memimpin.
Pertanyaannya: Kalian bakal jadi pemimpin yang tangguh, atau cuma jadi kuli di negeri sendiri karena kalah saing sama orang asing?
Pilihan ada di tangan kalian sekarang.
Ubah mindset. Tutup akun-akun sampah, buka buku, asah skill.
Tunjukkan bahwa siswa SMP/SMA Al Lathif bukan generasi lembek, tapi generasi petarung!
Di SMP & SMA Al Lathif Islamic School, kami gak cuma ngajarin materi pelajaran. Kami ngajarin Leadership, kemandirian, dan Critical Thinking. Kami mencetak calon pemimpin yang siap membela agama dan bangsa dengan prestasi, bukan sekadar sensasi.
Join the Winning Team - Daftar Sekarang
Mengembangkan Kecerdasan Anak Menuju Generasi Qur’ani Yang Berakhlak Mulia Dan Berwawasan Global Untuk Memenuhi Peran Mereka Sebagai Khalifah Di Muka Bumi.
> Read More