08.00 - 16.00
Senin - Jumat
Jujur saja, apa yang terlintas di kepala saat mendengar pelajaran Sejarah?
Menghafal tahun perang? Mengingat nama jenderal yang susah dieja? Atau mendengarkan dongeng masa lalu yang bikin ngantuk di kelas?
Kalau itu yang kamu rasakan, wajar. Berarti selama ini kamu diajarkan sejarah sebagai "Kuburan Fakta", bukan sebagai "Laboratorium Kehidupan".
Banyak orang berpikir sejarah itu hanyalah masa lalu yang sudah lewat dan tidak ada gunanya untuk mencari kerja di masa depan.
SALAH BESAR.
Tahukah kamu? Para CEO dunia, pemimpin negara, dan strategis militer hebat, semuanya adalah pembaca sejarah yang lahap.
Kenapa? Karena prinsip sederhana ini: Sejarah Tidak Pernah Berubah, Hanya Pelakunya yang Berganti.
Belajar sejarah bukan soal terjebak di masa lalu. Belajar sejarah adalah belajar memprediksi masa depan.
Hidup ini punya pola. Al-Qur'an menyebutnya Sunnatullah.
Kejayaan dan kehancuran sebuah peradaban itu ada rumusnya.
Jika kamu belajar sejarah jatuhnya Romawi atau sejarah runtuhnya Bani Umayyah, kamu akan menemukan pola yang sama: Korupsi merajalela, pemimpin yang lemah, dan rakyat yang hedonis.
Jika kamu paham pola ini, kamu bisa melihat kondisi Indonesia atau dunia saat ini dan memprediksi: "Ah, ini tanda-tandanya sudah mirip zaman dulu. Berarti sebentar lagi akan terjadi X."
Orang yang buta sejarah akan kaget saat krisis terjadi. Orang yang paham sejarah sudah bersiap-siap karena dia sudah "melihat" polanya.
Kenapa banyak anak muda zaman sekarang (Gen Z) mudah galau, insecure, dan ikut-ikutan tren aneh (FOMO)?
Karena mereka mengalami Krisis Identitas.
Mereka ibarat daun kering yang tidak tahu berasal dari pohon mana. Ditiup angin ke barat ikut ke barat, ditiup ke timur ikut ke timur.
Belajar sejarah—terutama sejarah Islam (Sirah Nabawiyah) dan sejarah bangsa—memberimu AKAR.
Kamu jadi tahu: "Darah yang mengalir di tubuhku ini adalah darah pejuang. Nenek moyangku bukan pecundang. Agamaku pernah memimpin dunia dengan ilmu pengetahuan."
Saat kamu tahu "Siapa Kamu" di masa lalu, kamu akan punya konfidensi (percaya diri) yang luar biasa untuk menghadapi masa depan. Kamu tidak akan minder berhadapan dengan budaya asing.
Pernah mikir nggak, kenapa Allah SWT mengisi hampir sepertiga Al-Qur'an dengan kisah-kisah masa lalu (Qishash)? Kisah Nabi Yusuf, Musa, Firaun, Ashabul Kahfi?
Apakah Allah ingin mendongeng sebelum tidur? Tentu tidak!
Allah ingin kita mengambil 'Ibrah (Pelajaran).
Allah ingin bilang: "Lihat Firaun. Dia sombong, punya teknologi canggih, tapi hancur karena melawan Tuhan. Jangan tiru dia kalau mau selamat."
"Lihat Nabi Yusuf. Dia sabar di sumur, sabar di penjara, akhirnya jadi Menteri Ekonomi. Tiru mentalnya kalau mau sukses."
Sejarah adalah Kurikulum Ilahi untuk mencetak manusia cerdas (Ulul Albab).
Coba bayangkan kamu menyetir mobil, tapi kaca spionnya dicopot. Kamu hanya melihat ke depan.
Apa yang terjadi? Kamu akan kesulitan menyalip, kesulitan parkir, dan berisiko ditabrak dari belakang.
Sejarah adalah Kaca Spion.
Kita melihat ke belakang sebentar, bukan untuk berjalan mundur, tapi untuk memastikan kita melaju ke depan dengan aman dan cepat.
Kita belajar kesalahan orang dulu agar tidak mengulanginya ("Keledai tidak jatuh ke lubang yang sama dua kali"). Kita belajar kesuksesan orang dulu untuk menduplikasinya (ATM: Amati, Tiru, Modifikasi).
Masa depan tidak diciptakan oleh orang yang melupakan masa lalu.
Masa depan diciptakan oleh mereka yang belajar dari masa lalu, lalu memperbaikinya hari ini.
Jadi, mulai sekarang, ubah mindset-mu.
Saat membuka buku sejarah, jangan cuma hafal tahunnya. Tanya: "Kenapa ini terjadi? Apa pelajaran buatku? Bagaimana aku bisa lebih hebat dari mereka?"
Jangan cuma jadi Penghafal Sejarah. Jadilah Pembuat Sejarah.
Ingin belajar sejarah dengan cara yang seru, analitis, dan relevan dengan tantangan zaman now?
Di Al Lathif Islamic School, pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan Sejarah Nasional tidak diajarkan dengan metode hafalan mati. Kami menggunakan metode Critical Thinking dan bedah kasus, sehingga siswa memahami wisdom (hikmah) kepemimpinan di balik setiap peristiwa untuk bekal mereka memimpin masa depan.
Daftar Sekarang & Siapkan Masa Depanmu
Mengembangkan Kecerdasan Anak Menuju Generasi Qur’ani Yang Berakhlak Mulia Dan Berwawasan Global Untuk Memenuhi Peran Mereka Sebagai Khalifah Di Muka Bumi.
> Read More