08.00 - 16.00
Senin - Jumat
Hanya karena ada kata "Kids" dan logonya warna-warni lucu, bukan berarti aplikasi YouTube Kids itu malaikat penjaga anak Anda.
Banyak orang tua "malas" yang menyerahkan pengasuhan anak pada aplikasi ini. Pikirnya: "Ah, sudah didownload-in YouTube Kids ini, pasti aman. Aku bisa me time, scroll sosmed, atau masak dengan tenang."
SALAH BESAR.
Tahukah Anda bahwa YouTube Kids adalah "tong sampah" algoritma jika tidak disetting dengan benar?
YouTube tidak menyewa jutaan manusia untuk menonton setiap video kartun yang diunggah. Mereka pakai robot (algoritma).
Robot ini bodoh. Dia tidak tahu bedanya kartun edukasi yang sopan dengan kartun aneh (brain rot) yang merusak otak.
Selama gambarnya warna-warni, suaranya cempreng, dan thumbnail-nya kartun, robot akan meloloskannya masuk ke YouTube Kids.
Hasilnya?
Pernah dengar fenomena ElsaGate? Atau video Skibidi Toilet? Atau kartun Among Us yang saling bunuh? Atau parodi Upin Ipin yang karakternya hamil?
Itu semua LOLOS masuk ke YouTube Kids.
Dan anak Anda, yang Anda pikir sedang belajar warna, sebenarnya sedang menonton adegan kekerasan atau perilaku menyimpang yang dibungkus animasi lucu.
Jika Anda masih membiarkan anak nonton YouTube Kids dengan settingan default (bawaan pabrik), Anda sama saja menyetorkan otak anak Anda ke mulut buaya.
Kalau Anda belum siap menghapus aplikasi ini (karena memang kadang butuh untuk kondisi darurat), setidaknya JANGAN MALAS.
Luangkan waktu 5 menit. Ambil HP anak/tab sekarang, dan ubah settingan fatal ini. Ini bukan himbauan, ini kewajiban!
Ini lubang tikus terbesar. Kalau fitur Search (kaca pembesar) aktif, anak Anda bebas mengetik kata kunci apa saja atau menekan mikrofon dan bicara sembarangan.
Algoritma akan menyuguhkan video liar yang "mirip" dengan pencarian mereka.
Caranya: Buka gembok (masukkan kode orang tua) > Settings > Klik Profil Anak > Matikan togle "Allow Searching".
Hasilnya: Anak hanya bisa nonton video yang ada di Home. Titik. Tidak bisa cari yang aneh-aneh.
Ini level keamanan tertinggi. Kalau Anda tidak mengaktifkan ini, Anda masih berjudi dengan nasib.
Mode ini mengubah YouTube Kids menjadi "Perpustakaan Pribadi". Anak HANYA bisa menonton video atau channel yang SUDAH ANDA PILIH secara manual. Video lain? Tidak akan muncul selamanya.
Caranya: Masuk Settings > Profil Anak > Pada menu Content Settings, pilih "Approved Content Only".
Tugas Anda: Capek sedikit! Anda harus memilihkan channel (misal: Nussa, Omar & Hana, Numberblocks).
Hasilnya: 100% Aman. Tidak ada lagi video unboxing mainan pamer harta atau prank sampah yang nyasar ke beranda anak.
Google adalah perusahaan bisnis, bukan pengasuh anak Anda. Tugas mereka mencari uang dari iklan, tugas Andalah menjaga fitrah anak.
Dalam Islam, kita diajarkan Saddud Dzari'ah (menutup jalan menuju kerusakan). Membiarkan pintu YouTube terbuka lebar tanpa filter adalah bentuk kelalaian yang nyata.
Jangan sampai 10 tahun lagi Anda menangis karena akhlak anak rusak, lalu berteriak: "Ini gara-gara HP!"
Bukan. Itu bukan salah HP-nya. Itu salah kita yang terlalu malas untuk menekan tombol Settings.
Amankan sekarang, atau hapus aplikasinya sekalian. Tidak ada kompromi untuk keselamatan akidah dan mental anak.
Ingin anak Anda sibuk dengan kegiatan nyata yang membangun karakter, bukan jadi "Zombie Layar"?
Al Lathif Islamic School menyediakan lingkungan pendidikan yang meminimalisir paparan gadget (Screen-Free Activities) dan memaksimalkan interaksi sosial, eksplorasi alam, dan penanaman adab. Biarkan mereka menemukan kebahagiaan di dunia nyata.
Jadwalkan Kunjungan ke Sekolah Kami
Mengembangkan Kecerdasan Anak Menuju Generasi Qur’ani Yang Berakhlak Mulia Dan Berwawasan Global Untuk Memenuhi Peran Mereka Sebagai Khalifah Di Muka Bumi.
> Read More